CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

20 Desember 2011

Fans Fiction Story --> IF I LET YOU GO (2)

Lanjutan...



“Lo kenapa nangis Ryn?” tanyanya lembut sambil mengelus pelan punggungku. Akupun membenamkan wajahku dalam dekapannya.
“Gak papa kok..gue gak kenapa-napa..” jawabku perlahan, seraya mencoba menghentikan tangisku. Ilham diam, lalu melepaskan pelukannya. Ia menatapku lembut lalu menghapus butiran air mata yang menjatuhi pipiku.
“Jangan nangis lagi dong sweetyku.. nanti cantiknya ilang lho.. sekarang senyum dong... nanti sore jalan yuk, nanti kalau lo udah tenang, cerita deh sama gue.. oke?” tanyanya sambil merangkulku. Akupun tersenyum. Sorenya ia pun menjemputku, ia mengajakku ke sebuah taman yang indah banget. Dan kurasakan hatiku mulai tenang, akupun menceritakan semuanya pada Ilham. Ilham pun mengatakan kalau memang Bisma maunya seperti itu ya sudah turutin saja.
Semenjak kejadian itu, aku mulai jauh dengan Bisma, kami tak pernah berkirim pesan singkat, bahkan tak saling berbicara satu sama lain. Sedangkan, hubunganku dengan Ilham kian dekat. Hingga akhirnya aku dan Ilham pun jadian. Aku sangat bahagia berada di samping Ilham. Dia cowok yang hangat, romantis, dan penuh dengan perhatian. Ia pernah mengajakku candle light dinner dan itu merupakan momen romantis di antara kita berdua. Hingga hubungan kami pun berjalan selama 2 bulan.
“Sayang, nanti temenin gue ke toko buku yuuk..” pintaku pada Ilham. Ia diam.
“Maaf ya sayang tapi hari ini gue gak bisa...emm .. gue mau nemenin nyokap belanja nih.. ” jawab Ilham seraya mengacak rambutku pelan.
“Aaah lo kok belakangan ini sibuk banget sih yang.. sampai gak ada waktu buat gue.. “ jawabku cemberut. Ia tertawa kecil.
“Maklumin lah yang gue kan lagi sibuk ngurusin acara keluarga..jangan marah ya yang.. senyum dong sweetyku.. “ kata Ilham yang sukses meluluhkan amarahku.
Belakangan ini Ilham memang terlihat sibuk, terkadang ia pun jarang membalas smsku maupun menjawab telponku. Aku mulai curiga padanya, hingga suatu sore ketika aku pulang sekolah aku membuntutinya. Kulihat Ilham menuju sebuah cafe, tumben banget dia sendirian, aduh ada apa ya? Aku berjalan pelan di belakangnya lalu duduk di kursi tak jauh dari kursi tempatnya. Ia nampak menunggu seseorang. Tiba-tiba dari arah pintu masuk datang seorang cewek menghampirinya lalu memeluk Ilham dengan mesra.
“Aaah bebeb aku kangen sama kamu..”kata cewek itu manja.
“Aku juga kok beb..” jawab Ilham lembut. Aku kaget bukan main. Hatiku sakit melihat semua itu. Aku tak percaya Ilham tega mempermainkan perasaanku. Dengan menahan tangis aku pun menghampirinya. Ia kaget melihatku datang.
“Oh jadi selama ini lo main belakang?” bentakku. Cewek di sebelah Ilham berdiri.
“Heh, siapa lo? Berani-beraninya ngebentak pacar gue!” jawaban cewek itu sontak membuatku semakin tersakiti. Ilham nampak kebingungan. Ia menarikku menjauh. Aku berusaha melepaskan pegangannya.
“Yang.. lo salah paham semua yang lo liat ini gak bener !” jawab Ilham.
“Ah pembohong lo..lo tega sama gue ham.. lo jahat.. lo jahat.. kita putus!” kataku sambil menahan tangisku yang siap memecah. Aku berlari keluar cafe itu. Ku dengar Ilham memanggilku. Aku tak peduli jikalau pandangan semua orang kini tertuju padaku. Tiba-tiba terlintas Bisma di benakku, aku masih ingat ketika Bisma pernah berkata “Menurut gue, Ilham gak baik buat lo Ryn..” lalu saat itu aku menjawab sambil mencibir ..”Ah, jangan rusak kebahagiaan gue dong Bis.. bukannya lo malah seneng kalau sahabat lo juga seneng..” dan waktu itu Bisma hanya menatapku pelan sambil berkata “Mana mungkin gue bisa bahagia kalau akhirnya liat elo bakalan terluka karna dia...”
Apakah yang dimaksud Bisma itu ini ? Kini aku benar-benar tersakiti karena Ilham. Aku menyesal tidak mendengarkan kata-katanya dulu. Aku teringat Bisma lagi, biasanya Bisma lah yang selalu ada saat aku menangis, Bisma lah yang selalu menghibur ku di kala aku terjatuh. Tapi kini tidak, hanya aku sendiri tak ada Bisma yang menguatkanku.
Tangisanku kian memecah di kesunyian malam di taman tempat biasanya dulu aku selalu bersama Bisma. Aku menyesal telah meninggalkan Bisma, aku terlalu bodoh untuk mengambil suatu keputusan yang ternyata hanya akan menjatuhkanku dan melukaiku. Ya Tuhan, aku sungguh menyesal.. maafkan aku Tuhan...

0 komentar:

Posting Komentar